{"id":18835,"date":"2026-06-25T13:30:26","date_gmt":"2026-06-25T06:30:26","guid":{"rendered":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=18835"},"modified":"2026-06-30T17:34:09","modified_gmt":"2026-06-30T10:34:09","slug":"pahami-dasar-dasar-analisis-saham-sebelum-mulai-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/pahami-dasar-dasar-analisis-saham-sebelum-mulai-investasi\/","title":{"rendered":"Pahami Dasar-Dasar Analisis Saham Sebelum Mulai Investasi"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanam modal di saham sekarang sudah jadi salah satu instrumen yang paling diminati buat masyarakat yang mau kembangkan kekayaan dan lawan inflasi. Mudahnya akses lewat macam-macam aplikasi sekuritas digital bikin siapa saja bisa jadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan terbuka cuma dengan modal ratusan ribu rupiah saja. Tapi, di balik potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">return<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tinggi, pasar modal juga simpan risiko kerugian yang tidak kalah besar.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"cover artikel saham\" title=\"cover artikel saham\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-3-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak investor pemula yang langsung ikut-ikutan FOMO (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fear of Missing Out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) beli saham cuma karena lagi tren di media sosial atau ikut rekomendasi tanpa alasan yang jelas. Hasilnya, bukan untung yang didapat, tapi kerugian akibat penurunan harga. Maka dari itu, sebelum kamu setorkan modal yang sudah kamu kumpulkan dengan kerja keras, penting sekali buat paham dasar-dasar analisis saham lebih dulu biar keputusan investasi kamu ada basis data, bukan semata-mata spekulasi atau tebakan.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Mengapa Analisis Saham Sangat Krusial Bagi Investor?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan beli saham secara acak atau tanpa perhitungan yang pas tidak disarankan sekali karena bisa tingkatkan visibilitas risiko kerugian modal. Tanam modal di saham pada dasarnya bukan cuma instrumen terkaan yang gerak naik turun di pasar sekunder, tapi citra dari kepemilikan sah atas aset sama kinerja suatu badan usaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat proses kajian yang terukur, penanam modal bisa lakukan tinjauan tidak memihak ke kualitas primordial perusahaan penerbit. Penerapan analisis saham secara terstruktur fungsinya itu buat jawab dua tolak ukur yang vital dalam investasi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Identifikasi Kelayakan Emiten:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Nilai kualitas manajemen perusahaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">good corporate governance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), posisi pasar produk, sama sehat atau tidaknya likuiditas sama solvabilitas keuangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penentuan Valuasi Harga:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ukur dan petakan apa harga pasar saham sekarang ada di harga yang murah, normal, atau mahal sekali.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendali akan proses analisis ini memberi landasan psikologis dan manajemen risiko yang kuat untuk investasi. Waktu pasar modal lagi tidak stabil atau koreksi massal, penanam modal yang sudah tahu data tidak bakal terjebak di situasi aksi jual panik, karena efektivitas keputusan mereka berdasar ke kondisi nyata kesehatan primordial perusahaan yang diinvestasikan.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Mengenal Dua Metode Utama: Analisis Fundamental vs. Teknikal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di ranah pasar modal, ada dua aliran besar yang dipakai sama para pegiat pasar buat analisis instrumen ini. Sebagai langkah awal, kamu mesti paham soal dasar-dasar analisis saham dari dua perspektif ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Analisis Fundamental (Membedah Kesehatan Bisnis)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis fundamental ialah proses yang fokusnya ke tinjauan aspek-aspek ekonomi, keuangan, dan kondisi industri yang kasih pengaruh ke kinerja suatu perusahaan. Tujuan utamanya adalah cari nilai intrinsik atau harga wajar dari sebuah saham buat tahu apa saham itu lagi salah harga apa terlalu murah atau terlalu mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis ini cocok sekali dipakai buat tanam modal saham jangka panjang. Tolak ukur yang kerap dipakai antara lain yaitu laporan keuangan, laba bersih, rasio utang, pertumbuhan pendapatan, sama kompetensi manajemen perusahaan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Analisis Teknikal (Membaca Pergerakan Grafik Harga)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan fundamental, analisis teknikal sama sekali tidak melihat kesehatan keuangan perusahaan. Metode ini fokusnya ke tinjau data pasar historis, kayak pergerakan harga dan volume perdagangan di masa lalu, yang lihatkan dengan bentuk grafik (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chart<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inti dari analisis teknikal ialah yakin kalau harga saham gerak di pola atau tren tertentu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trend following<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) sama psikologi pasar yang condong diulang-ulang dari waktu ke waktu. Perspektif ini umumnya dipakai sama para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pelaku ekonomi jangka pendek buat cari peluang beli sama jual yang pas demi untung yang kilat.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-3-150x150.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-thumbnail lazyload\" alt=\"investor menggunakan laptop di depan grafik saham yang meningkat, melambangkan pertumbuhan investasi.\" title=\"investor menggunakan laptop di depan grafik saham yang meningkat, melambangkan pertumbuhan investasi.\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 150px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 150\/150;\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Komponen Penting dalam Analisis Fundamental untuk Pemula<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat kamu yang niat tanam modal untuk jangka panjang, kuasai analisis fundamental itu hal yang penting. Berikut ialah macam-macam perbandingan keuangan dasar yang mesti kamu perhatikan waktu terapkan cara pilih saham buat pemula:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Earning Per Share (EPS):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Laba bersih tiap saham. Nilai EPS yang stabil naik dari tahun ke tahun tunjukkan kalau perusahaan itu berhasil cetak pertumbuhan laba yang sehat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Price to Earnings Ratio (PER):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Rasio yang membandingkan harga saham dengan laba setiap sahamnya. Secara umum, PER dipakai buat ukur mahal atau murahnya suatu saham kalau dibanding sama kompetitor di industri yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Price to Book Value (PBV):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Rasio yang bandingkan harga saham dengan nilai buku aset perusahaan. PBV di bawah angka 1 kerap kali (tapi tidak selalu) digolongkan jadi saham yang murah atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">undervalued<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Debt to Equity Ratio (DER):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Rasio yang ukur tingkat utang perusahaan dibanding sama modalnya. Cari perusahaan dengan nilai DER di bawah 1 (atau paling banyak di bawah 2 buat industri tertentu) buat pastikan perusahaan itu tidak gampang bangkrut akibat beban utang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Return on Equity (ROE):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ukur kemampuan perusahaan waktu hasilkan laba dari modal yang dikasih investor. Makin tinggi nilai ROE (misal di atas 15%), maka makin efisien perusahaan itu buat kelola modalnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Dasar-Dasar Analisis Teknikal: Membaca Tren Pasar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ingin memanfaatkan fluktuasi jangka pendek, kamu harus pahami dasar-dasar analisis saham dari sudut pandang teknikal. Berikut ialah tiga pilar utama yang mendasarinya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pahami Tren Harga (<\/b><b><i>Trend is Your Friend<\/i><\/b><b>):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Harga saham biasanya gerak dari tiga arah tren: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Uptrend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tren naik), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Downtrend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tren turun), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sideways<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tren bergerak mendatar). Aturan dasarnya yaitu beli saham yang lagi ada di tahap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uptrend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan hindari saham yang lagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">downtrend<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Support dan Resistance:<\/b> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Support<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah tingkat harga bawah saat penurunan harga diprediksi bakal tertahan karena banyak yang mau beli. Sebaliknya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">resistance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah tingkat harga atas saat kenaikan harga diprediksi bakal stop karena aksi jual yang besar. Beli di dekat area <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">support<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan jual di dekat area <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">resistance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu taktik teknikal yang paling dasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Volume Perdagangan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Volume itu sinyal validasi. Naiknya harga saham yang dibarengi sama volume perdagangan yang lagi naik tinggi tunjukkan kalau tren naik itu didorong sama daya beli yang kuat dari pegiat pasar (termasuk institusi besar), sehingga tren itu condong lebih valid dan tahan lama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Ilustrasi aktivitas transaksi saham menampilkan grafik investasi dengan tombol sell dan buy\" title=\"Ilustrasi aktivitas transaksi saham menampilkan grafik investasi dengan tombol sell dan buy\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Saham-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses belajar investasi tidak bisa dilakukan secara instan. Mengetahui kapan harus menggunakan kedua analisis di atas secara bijak akan memberikan keuntungan tersendiri. Banyak investor profesional yang satukan dua-duanya yaitu pakai analisis fundamental buat saring &#8220;apa saham yang bagus buat dibeli,&#8221; lalu pakai analisis teknikal buat tentukan &#8220;kapan waktu (harga) paling baik buat eksusi transaksi itu.&#8221;<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum taruh modal besar, mulai dari nominal kecil lebih dulu buat uji analisis kamu secara langsung di pasar. Dengan terus belajar, asah jam terbang, dan terapkan tips investasi saham yang konsisten, kamu bakal bisa kelola portofolio dengan mandiri dan raih finansial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">freedom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di masa depan. Selamat berinvestasi!<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Tanam modal di saham sekarang sudah jadi salah satu instrumen yang paling diminati buat masyarakat yang mau kembangkan kekayaan dan lawan inflasi. Mudahnya akses lewat macam-macam aplikasi sekuritas digital bikin siapa saja bisa jadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan terbuka cuma dengan modal ratusan ribu rupiah saja. Tapi, di balik potensi return yang tinggi, pasar [...]","protected":false},"author":5,"featured_media":18839,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[80,69],"tags":[461,462,463,460],"class_list":["post-18835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-panduan","tag-analisis-saham","tag-belajar-saham-pemula","tag-investasi-saham","tag-saham"],"blocksy_meta":[],"gutentor_comment":0,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham.webp",1920,1080,false],"landscape":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham.webp",1920,1080,false],"portraits":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham.webp",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham-300x169.webp",300,169,true],"large":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham-1536x864.webp",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham.webp",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Saham-18x10.webp",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"dianaape@telkomuniversity.ac.id","author_link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/author\/dianaapetelkomuniversity-ac-id\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a> <a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/panduan\/\" rel=\"category tag\">Panduan Layanan IT<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18835"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18841,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18835\/revisions\/18841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}