{"id":18818,"date":"2026-06-18T13:30:09","date_gmt":"2026-06-18T06:30:09","guid":{"rendered":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=18818"},"modified":"2026-06-30T16:47:03","modified_gmt":"2026-06-30T09:47:03","slug":"sukses-lewat-konsep-open-innovation-di-era-digital-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/sukses-lewat-konsep-open-innovation-di-era-digital-modern\/","title":{"rendered":"Sukses Lewat Konsep Open Innovation di Era Digital Modern"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Visi dan misi dari bisnis global sudah rasakan masa transisi yang progresif sekali bebarengan sama kuatnya arus digitalisasi. Kalau dulu, banyak perusahaan besar yang pakai pedoman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closed innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (inovasi tertutup), ketika semua proses riset, pengembangan produk, sama profitabilitas diawasi secara ketat supaya tidak bocor ke publik dan disimpan di dalam internal organisasi. Perusahaan-perusahaan ini yakin kalau punya kontrol utuh ke kekayaan intelektual ialah satu-satunya cara buat dominasi persaingan pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Diagram Open Innovation kolaborasi global untuk pertukaran ide canggih dan data performa tinggi di antara berbagai sektor industri.\" title=\"Diagram Open Innovation kolaborasi global untuk pertukaran ide canggih dan data performa tinggi di antara berbagai sektor industri.\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-1-7-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, di tengah ekosistem bisnis yang geraknya cepat sekali di era ini, bergantung ke ide dari dalam organisasi saja tidak lagi cukup. Periode hidup dari produk jadi makin pendek, dan ekspektasi konsumen bisa\u00a0 berubah dalam hitungan bulan saja. Sadar soal rintangan itu, organisasi modern sekarang sudah mulai pindah ke cara pandang baru buat bertahan dan dominasi pasar. Terapkan strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa jadi kunci utama buat korporasi yang tetap mau relevan, adaptif, dan kompetitif.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Memahami Esensi Konsep Open Innovation di Lanskap Digital<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (inovasi terbuka) pertama kali dikenalkan sama Henry Chesbrough, seorang profesor dari University of California, Berkeley. Jadi sebenarnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah sebuah cara pandang yang perkirakan bahwa perusahaan bisa dan wajib pakai ide-ide eksternal, sekaligus ide internal, dan pakai jalur internal dan eksternal ini ke pasar, biar bisa tingkatkan kemajuan teknologi di perusahaan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di situasi era digital sekarang, batas-batas geografis dan birokrasi yang dulu jadi penghambat kooperasi sekarang sudah tidak ada lagi. Lewat pemanfaatan internet, komputasi awan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud computing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), dan platform digital, perusahaan bisa dengan gampangnya buka akses ke mereka buat serap ilmu pengetahuan dari luar. Sebaliknya, ide-ide internal yang tidak dipakai lagi sama perusahaan bisa dilisensikan atau dipindahkan ke pihak luar lewat metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spin-off<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biar tetap kasih nilai ekonomis. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak lagi dilihat sebagai produk dari satu produk internal, tapi hasil dari relasi ekosistem yang terintegrasi.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Mengapa Model Inovasi Tertutup Mulai Ditinggalkan Perusahaan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masih memegang teguh model inovasi tradisional yang serba tertutup di era modern, sama saja bawa risiko bisnis yang tinggi sekali. Pertama, biaya riset dan pengembangan internal yang kebanyakan harganya mahal dan makan waktu lama. Kalau masih ada perusahaan yang tetap selesaikan tiap masalah teknisnya sendirian, mereka punya risiko tertinggal jauh dari kompetitornya yang sudah bisa terapkan solusi secara efisien dan makan waktu yang lebih singkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brain drain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pergerakan talenta digital yang tinggi sekali bikin keahlian tidak lagi tetap di satu tempat. Para ahli pemrogram dan ilmuwan terbaik sekarang ada di tiap-tiap belahan dunia, kerja secara lepas (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">freelance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), atau bangun perusahaan rintisan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) mereka sendiri. Kalau perusahaan menutup diri dari dunia luar, mereka berarti dengan sengaja batasi akses ke talenta-talenta brilian ini. Di era digital, kecepatan realisasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">speed-to-market<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah segalanya, kalau tetap pakai model lama cuma bakal berakhir ke stagnasi bisnis.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Penerapan Open Innovation: Dari Hackathon sampai Ventura Bersama<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat capai kesuksesan lewat model <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perusahaan bisa implementasi macam-macam instrumen taktis yang berdasar ke ekosistem digital:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Program Hackathon dan Crowdsourcing:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perusahaan lemparkan sebuah tantangan teknis atau bisnis ke ruang publik digital, undang para pengembang, desainer, sama inovator independen buat kasih solusi paling baik di waktu yang singkat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kolaborasi dengan Startup (Corporate Venture Capital):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Korporasi besar kasih dana, bimbingan, atau akses pasar ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> teknologi yang inovatif. Sebagai gantinya, korporasi bisa dapat akses instan ke teknologi terkini yang dikembangkan sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah dipilih tanpa harus bikin dari nol lagi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kemitraan Akademis:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jalin kerja sama yang erat sama universitas dan lembaga riset buat salurkan hasil temuan laboratorium ilmiah jadi produk komersial yang siap pakai di industri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lewat kombinasi strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perusahaan bisa pangkas waktu pengembangan produk secara signifikan sekaligus bisa kurangi risiko kegagalan finansial.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"kolaborasi open innovation teknologi AI, kreativitas manusia, dan peluncuran ide bisnis baru di era digital\" title=\"kolaborasi open innovation teknologi AI, kreativitas manusia, dan peluncuran ide bisnis baru di era digital\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-2-8-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Dampak Positif Open Innovation Terhadap Pertumbuhan Bisnis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika dijalankan pakai strategi yang tepat, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kasih dampak cepat yang luar biasa buat pertumbuhan bisnis jangka panjang. Salah satu keunggulan yang jelas terlihat ialah dari biaya yang tepat guna. Perusahaan tidak perlu lagi kasih jatah dana yang besar buat pengembangan dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">research <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang belum pasti ada hasilnya, karena itu mereka bisa menggunakan prasarana atau teknologi yang sudah dilegalkan sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">third party.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, macam-macam sudut pandang dari luar bisa bantu perusahaan keluar dari kejadian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">groupthink<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (pola pikir seragam di internal). Saran dari komunitas pengguna, pakar lintas industri, atau mitra strategis acap kali munculkan produk sekunder yang belum terpikirkan sebelumnya tapi punya potensi pasar yang besar sekali. Pada akhirnya, hal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ciptakan keunggulan kompetitif yang sulit diduplikasi sama kompetitor yang masih jalan secara tradisional dan tertutup.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Tantangan dan Kunci Sukses Mengelola Open Innovation<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau tawarkan potensi keuntungan yang besar, pindah konsep ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan berarti tidak ada hambatannya. Tantangan paling besar yang sering dihadapi sama manajemen adalah budaya kerja yang sudah mengakar di dalam internal perusahaan, yang dikenal dengan sebutan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Not Invented Here<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (NIH) <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">syndrome<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ini ialah ego sektoral ketika tim internal tolak ide cuma karena ide itu asalnya dari luar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tantangan kedua ada kaitannya sama aspek hukum, khususnya manajemen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Perusahaan mesti punya kebijakan sama perjanjian hukum yang sangat transparan soal kepemilikan ide, pembagian keuntungan, dan kerahasiaan data sejak awal kerja sama dimulai. Kunci sukses dari kelola <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ada di fleksibilitas budaya organisasi buat mau belajar, kepemimpinan yang adaptif, dan pemanfaatan platform manajemen inovasi digital yang bisa koordinasikan macam-macam ide eksternal secara sistematis.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukan cuma kebetulan, tapi hasil dari keberanian sebuah organisasi buat lampaui garis batas dan jalin kerja sama global. Di era saat disrupsi teknologi terjadi hampir setiap hari, kemampuan adaptasi sama kolaborasi jauh lebih berharga dibanding kepemilikan mutlak atas sebuah ide yang terisolasi.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Ilustrasi open innovation dengan lampu bohlam menyala dan ikon roda gigi melambangkan inovasi serta ide baru\" title=\"Ilustrasi open innovation dengan lampu bohlam menyala dan ikon roda gigi melambangkan inovasi serta ide baru\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-3-Open-Innovation-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan yang bisa integrasikan kekuatan internal dengan dinamika ekosistem digital eksternal bakal berubah jadi organisasi yang tangguh. Dengan membuka pintu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open innovation <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">buat ide-ide inovatif dari seluruh penjuru dunia, bisnis tidak cuma bisa bertahan dari tantangan disrupsi, tapi juga pimpin gelombang inovasi berikutnya menuju masa depan yang penuh dengan peluang baru.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Visi dan misi dari bisnis global sudah rasakan masa transisi yang progresif sekali bebarengan sama kuatnya arus digitalisasi. Kalau dulu, banyak perusahaan besar yang pakai pedoman closed innovation (inovasi tertutup), ketika semua proses riset, pengembangan produk, sama profitabilitas diawasi secara ketat supaya tidak bocor ke publik dan disimpan di dalam internal organisasi. Perusahaan-perusahaan ini yakin [...]","protected":false},"author":5,"featured_media":18819,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[80,69],"tags":[453,454,398,452,451],"class_list":["post-18818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-panduan","tag-business-strategy","tag-collaborative-economy","tag-digital-transformation","tag-inovasi-terbuka","tag-open-innovation"],"blocksy_meta":[],"gutentor_comment":0,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation.webp",1920,1080,false],"landscape":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation.webp",1920,1080,false],"portraits":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation.webp",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation-300x169.webp",300,169,true],"large":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation-1536x864.webp",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation.webp",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Gambar-Unggulan-Open-Innovation-18x10.webp",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"dianaape@telkomuniversity.ac.id","author_link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/author\/dianaapetelkomuniversity-ac-id\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a> <a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/panduan\/\" rel=\"category tag\">Panduan Layanan IT<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18818"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18827,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18818\/revisions\/18827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}