{"id":18665,"date":"2026-05-07T13:32:46","date_gmt":"2026-05-07T06:32:46","guid":{"rendered":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=18665"},"modified":"2026-05-12T11:05:00","modified_gmt":"2026-05-12T04:05:00","slug":"waspada-account-takeover-simak-cara-melindungi-akun-dari-hacker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/waspada-account-takeover-simak-cara-melindungi-akun-dari-hacker\/","title":{"rendered":"Waspada Account Takeover! Simak Cara Melindungi Akun dari Hacker"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\"><h1 style=\"text-align: center\" class=\"vc_custom_heading vc_do_custom_heading\" >Waspada Account Takeover! Simak Cara Melindungi Akun dari Hacker<br \/>\n<\/h1>\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan suatu pagi kamu terbangun, mencoba membuka aplikasi media sosial atau perbankan, namun tiba-tiba sandi kamu ditolak. Kamu mencoba memulihkannya, tapi ternyata alamat email pemulihan pun sudah diganti. Dalam waktu singkat aja, identitas digital yang kamu bangun bertahun-tahun diambil dari kamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang sering disebut Account Takeover (ATO) atau ambil alih akun. Di era yang hampir semua hal ada di hidup kita mulai dari pekerjaan, keuangan, sampai kenangan pribadi tersimpan secara digital, serangan ATO jadi salah satu ancaman paling nyata dan bahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, bagaimana para peretas bisa lakukan hal ini, dan yang lebih penting, bagaimana cara kita membentengi diri? Ayo kita bedah tuntas.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Apa Itu Account Takeover (ATO)?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Account Takeover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah salah satu bentuk pencurian identitas yang kerjanya si peretas ini berhasil dapatkan akses ilegal ke akun punya orang lain. Kalau mereka sudah bisa masuk, tahap selanjutnya biasanya bakal ubah informasi login (kata sandi dan email) biar pemilik asli tidak bisa masuk lagi.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Gambar 1: hacker sedang melakukan pencurian identitas atau account takeover\" title=\"Gambar 1: hacker sedang melakukan pencurian identitas atau account takeover\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan peretas lakukan ini motifnya macam-macam. Ada yang incar uang (kayak akun bank atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-wallet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), ada yang ingin curi data sensitif buat dijual, atau cuma biar akun media sosial kamu digunakan buat tipu orang-orang yang kamu kenal. Buat peretas, akun kamu itu pintu masuk menuju keuntungan ilegal.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Bagaimana Cara Peretas Masuk ke Akun Kamu?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peretas jarang menggunakan &#8220;sihir&#8221; teknologi yang rumit. Seringkali, mereka memanfaatkan celah kelalaian kita sebagai pengguna. Berikut adalah beberapa metode yang paling sering digunakan:<\/span><\/p>\n<h3><b>A. Phishing (Pancingan)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah cara klasik namun tetap paling ampuh. Kamu menerima email atau pesan WhatsApp yang terlihat sangat resmi (misalnya dari bank atau admin Instagram) yang meminta kamu mengklik link dan memasukkan kata sandi. Begitu kamu mengetiknya, data tersebut langsung terkirim ke server peretas.<\/span><\/p>\n<h3><b>B. Credential Stuffing<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak dari kita menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun (IG, Facebook, email, hingga aplikasi belanja). Jika salah satu situs kecil tempat kamu mendaftar bocor datanya, peretas akan mencoba kombinasi email dan sandi tersebut di situs-situs besar lainnya. Jika sandinya sama, &#8220;boom&#8221;, akun kamu langsung jebol.<\/span><\/p>\n<h3><b>C. Brute Force &amp; Social Engineering<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peretas menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menebak kata sandi yang lemah. Atau, mereka melakukan riset di profil publik kamu untuk menebak jawaban pertanyaan keamanan, seperti nama ibu kandung, tanggal lahir, atau nama hewan peliharaan.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Dampak Buruk yang Muncul Akibat ATO<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sebuah akun berhasil diambil alih, kerugiannya tidak hanya soal kehilangan akses. Dampaknya bisa meluas seperti efek domino:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kerugian Finansial:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Saldo di aplikasi belanja atau bank bisa dikuras habis dalam hitungan menit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kerusakan Reputasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Peretas bisa mengirim pesan tidak senonoh atau meminta pinjaman uang kepada teman-teman kamu atas nama kamu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Penyalahgunaan Data:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Informasi pribadi kamu bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman online ilegal atau aktivitas kriminal lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Langkah Ampuh Melindungi Akun dari Serangan ATO<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan tunggu sampai akun kamu diretas baru bertindak. Berikut adalah langkah-langkah preventif yang wajib kamu lakukan sekarang juga:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) Wajib!<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah benteng terkuat saat ini. Dengan 2FA, meskipun peretas tahu kata sandi kamu, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode unik yang dikirimkan ke ponsel kamu atau melalui aplikasi autentikator. Gunakan aplikasi seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Authenticator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Microsoft Authenticator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> daripada SMS untuk keamanan lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Gunakan Kata Sandi yang Unik dan Kuat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhenti menggunakan tanggal lahir atau &#8220;123456&#8221;. Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Penting: <\/span><b>Jangan pernah gunakan kata sandi yang sama untuk dua akun yang berbeda.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika sulit menghafal, gunakan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Password Manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Waspadai Link dan Lampiran Mencurigakan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selalu cek dua kali pengirim pesan. Bank atau platform besar tidak pernah meminta kata sandi atau kode OTP melalui link atau telepon. Jika merasa curiga, abaikan saja.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Periksa Riwayat Login Secara Berkala<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar platform besar (seperti Google, Facebook, dan WhatsApp) memiliki fitur untuk melihat perangkat apa saja yang sedang masuk ke akun kamu. Jika ada perangkat asing dari lokasi yang tidak dikenal, segera lakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">log out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari semua perangkat dan ganti kata sandi.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Update Software Secara Rutin<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seringkali pembaruan sistem pada ponsel atau aplikasi menyertakan perbaikan celah keamanan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">security patch<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Jangan menunda-nunda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar peretas tidak bisa memanfaatkan celah lama di perangkat kamu.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Menjadi Korban?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu merasa akun kamu sudah diambil alih, jangan panik. Lakukan langkah-langkah darurat ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gunakan Fitur &#8220;Lupa Kata Sandi&#8221;:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Segera coba pulihkan akses melalui email atau nomor telepon pemulihan sebelum peretas sempat menggantinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Hubungi Layanan Pelanggan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Laporkan kejadian tersebut ke pihak penyedia layanan (misalnya CS Bank atau tim bantuan media sosial) agar akun tersebut dibekukan sementara.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Putuskan Sesi Login:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika masih bisa masuk, segera keluarkan semua perangkat lain yang terhubung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Beritahu Lingkaran Terdekat:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Buat pengumuman singkat di platform lain bahwa akun kamu sedang bermasalah, agar teman-teman kamu tidak tertipu jika ada pesan mencurigakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Ganti Semua Sandi Terkait:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika kamu menggunakan sandi yang sama di tempat lain, segera ganti semuanya segera!<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Gambar 2: account takeover bisa terjadi kapan saja\" title=\"Gambar 2: account takeover bisa terjadi kapan saja\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-1-2-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keamanan digital bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses yang harus dilakukan terus-menerus. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Account Takeover<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah ancaman yang cerdik, namun mereka hanya bisa masuk jika kita membiarkan pintunya terbuka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana seperti mengaktifkan 2FA dan menggunakan kata sandi yang unik, kamu sudah menutup ribuan pintu bagi peretas. Ingat, lebih baik repot sedikit di awal dengan langkah keamanan, daripada rugi besar di kemudian hari karena kehilangan segalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetap waspada, tetap aman, dan selamat menjaga aset digital kamu!<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Waspada Account Takeover! Simak Cara Melindungi Akun dari Hacker Bayangkan suatu pagi kamu terbangun, mencoba membuka aplikasi media sosial atau perbankan, namun tiba-tiba sandi kamu ditolak. Kamu mencoba memulihkannya, tapi ternyata alamat email pemulihan pun sudah diganti. Dalam waktu singkat aja, identitas digital yang kamu bangun bertahun-tahun diambil dari kamu. Ini yang sering disebut Account [...]","protected":false},"author":5,"featured_media":18666,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[80,69],"tags":[376,363,377,378],"class_list":["post-18665","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-panduan","tag-account-takeover","tag-cyber-security","tag-keamanan-digital","tag-perlindungan-data"],"blocksy_meta":[],"gutentor_comment":0,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO.webp",1920,1080,false],"landscape":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO.webp",1920,1080,false],"portraits":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO.webp",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO-300x169.webp",300,169,true],"large":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO-1536x864.webp",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO.webp",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-ATO-18x10.webp",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"dianaape@telkomuniversity.ac.id","author_link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/author\/dianaapetelkomuniversity-ac-id\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a> <a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/panduan\/\" rel=\"category tag\">Panduan Layanan IT<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18665"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18665\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18670,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18665\/revisions\/18670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18666"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}