{"id":18566,"date":"2026-04-09T13:30:03","date_gmt":"2026-04-09T06:30:03","guid":{"rendered":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=18566"},"modified":"2026-04-20T14:00:51","modified_gmt":"2026-04-20T07:00:51","slug":"memahami-literasi-digital-sebagai-skill-wajib-era-teknologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/memahami-literasi-digital-sebagai-skill-wajib-era-teknologi\/","title":{"rendered":"Memahami Literasi Digital sebagai Skill Wajib Era Teknologi"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"seorang sedang mencermati literasi digital melalui laptop\" title=\"seorang sedang mencermati literasi digital melalui laptop\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-1-1-1-2048x1747.webp 2048w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah\u00a0 inovasi yang berkembang pesat, kita telah sampai pada titik di mana teknologi tidak lagi cuma jadi alat bantu, tapi lingkungan tempat kita hidup dan kerja. Namun, adanya perangkat canggih sama koneksi internet super cepat tidak akan kasih manfaat optimal kalau tidak dibarengi sama literasi digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Literasi digital sering kali disalah pahami cuma sebagai kemampuan teknis operasikan komputer atau ponsel pintar. Padahal, secara harfiah artinya jauh lebih luas, sentuh aspek kognitif, etika, sampai keamanan. Di era ekonomi digital sekarang, paham soal literasi digital tidak lagi sebuah nilai tambah, tapi sebuah kompetensi dasar yang wajib dipunyai sama setiap individu buat tetap relevan dan kompetitif.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Definisi Literasi Digital: Melampaui Kemampuan Teknis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arti teknisnya, literasi digital ialah kemampuan buat temukan, evaluasi, menggunakan, sama sebarkan informasi lewat media digital secara efektif dan bertanggung jawab. Kalau di masa dulu literasi cuma dinilai dari mampunya seorang buat baca-tulis, tapi sekarang literasi dinilai dari sejauh mana seorang bisa operasikan kompleksitas informasi di ruang siber.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada empat pilar utama yang menyusun kerangka literasi digital profesional:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Digital Skills (Cakap Digital):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mampunya teknis dalam gunakan perangkat keras dan lunak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Digital Culture (Budaya Digital):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mampunya bangun wawasan kebangsaan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam berinteraksi di ruang digital.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Digital Ethics (Etika Digital):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kesadaran buat junjung tinggi etika dan tata krama (netiket) ketika komunikasi di dunia maya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Digital Safety (Keamanan Digital):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Mampunya lindungi data pribadi dan keamanan identitas digital dari ancaman siber.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Mengapa Literasi Digital Menjadi Skill Wajib di Dunia Kerja?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transformasi digital sudah ubah lanskap profesi secara radikal. Perusahaan sekarang tidak cuma cari kandidat yang ahli di bidangnya, tapi juga mereka yang mampu adaptasi sama alat-alat digital yang terus berkembang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Efisiensi dan Kolaborasi Global<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia kerja modern mengandalkan platform kolaborasi berbasis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, alat manajemen proyek digital, hingga kecerdasan buatan (AI). Tanpa literasi digital yang memadai, seorang profesional akan kesulitan untuk bekerja secara sinkron dengan tim yang mungkin tersebar di berbagai belahan dunia. Kemampuan untuk menguasai teknologi ini secara cepat menentukan produktivitas individu dalam organisasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Pengambilan Keputusan yang Kritis<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap hari, kita dibanjiri oleh ribuan data. Literasi digital membekali kita dengan kemampuan berpikir kritis untuk menyaring mana informasi yang valid dan mana yang merupakan disinformasi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hoax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam dunia bisnis, kemampuan membedakan data yang akurat sangat krusial agar keputusan strategis tidak diambil berdasarkan informasi yang keliru.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Membangun Reputasi dan Personal Branding<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di era digital, jejak digital adalah resume kedua kamu. Literasi digital mengajarkan bagaimana cara membangun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">personal branding<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang profesional di platform seperti LinkedIn. Bagaimana kita berinteraksi, konten apa yang kita bagikan, dan bagaimana kita menanggapi isu di ruang publik akan membentuk persepsi profesional di mata kolega maupun klien.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Literasi Digital sebagai Perisai Keamanan Pribadi dan Organisasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tantangan terbesar di era teknologi adalah ancaman siber. Banyak kebocoran data perusahaan yang diawali dari kelalaian individu akibat rendahnya literasi digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami cara kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">phishing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pentingnya autentikasi dua faktor (2FA), hingga kesadaran untuk tidak membagikan informasi sensitif di media sosial adalah bagian dari kompetensi literasi digital. Dengan memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Digital Safety<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kuat, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga integritas data organisasi tempat kita bernaung.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Tantangan dalam Meningkatkan Literasi Digital<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun urgensinya sangat jelas, masih ada beberapa tantangan besar yang harus dihadapi dalam pemerataan literasi digital:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kesenjangan Generasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perbedaan kecepatan adaptasi antara generasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital native<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan generasi sebelumnya sering kali menciptakan hambatan komunikasi di lingkungan kerja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kecepatan Inovasi yang Eksponensial:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Munculnya teknologi baru seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Generative AI<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menuntut kita untuk terus belajar tanpa henti. Apa yang kita anggap sebagai kemahiran digital hari ini mungkin sudah usang dalam dua tahun ke depan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Aksesibilitas Infrastruktur:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Di beberapa wilayah, keterbatasan akses internet yang stabil masih menjadi penghambat utama dalam mempraktikkan keterampilan digital secara berkelanjutan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Strategi Membangun Literasi Digital yang Berkelanjutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi literasi secara digital bukanlah proses sekali jalan, melainkan sebuah komitmen untuk belajar sepanjang hayat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lifelong learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Berikut adalah beberapa langkah profesional untuk meningkatkannya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mengadopsi Mindset Pembelajar:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jangan takut untuk mencoba perangkat lunak atau platform baru. Jadikan rasa ingin tahu sebagai pendorong untuk memahami fungsionalitas teknologi terbaru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Verifikasi Sebelum Berbagi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Biasakan untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cross-check<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> informasi melalui sumber-sumber kredibel sebelum menyebarkannya atau menggunakannya sebagai referensi pekerjaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Investasi pada Pelatihan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ikuti kursus daring atau lokakarya mengenai keamanan siber, analisis data, atau penggunaan alat produktivitas digital untuk memperdalam kompetensi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Pahami Etika Digital:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ingatlah bahwa di balik layar monitor ada manusia lain. Menjaga profesionalisme dalam berkomunikasi digital sama pentingnya dengan komunikasi tatap muka.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Literasi digital adalah kunci yang membuka pintu peluang di masa depan. Ia bukan lagi sekadar keterampilan teknis bagi mereka yang bekerja di industri IT, melainkan kebutuhan dasar bagi guru, dokter, pengusaha, hingga pelajar. Dengan literasi digital yang kuat, kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi menjadi partisipan aktif yang cerdas dalam ekosistem digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami literasi digital sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> wajib berarti kita siap untuk menavigasi tantangan zaman dengan lebih percaya diri, aman, dan produktif. Inilah saatnya untuk berhenti melihat teknologi sebagai ancaman, dan mulai melihatnya sebagai ruang untuk bertumbuh dengan bekal pemahaman yang tepat.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"seorang sedang duduk melakukan literasi digital\" title=\"seorang sedang duduk melakukan literasi digital\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/gambar-2-1-1-2048x1747.webp 2048w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Di tengah\u00a0 inovasi yang berkembang pesat, kita telah sampai pada titik di mana teknologi tidak lagi cuma jadi alat bantu, tapi lingkungan tempat kita hidup dan kerja. Namun, adanya perangkat canggih sama koneksi internet super cepat tidak akan kasih manfaat optimal kalau tidak dibarengi sama literasi digital. Literasi digital sering kali disalah pahami cuma sebagai [...]","protected":false},"author":5,"featured_media":18567,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[80,69],"tags":[331,329,332,330],"class_list":["post-18566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-panduan","tag-kompetensi-digital","tag-literasi-digital","tag-pentingnya-literasi-digital","tag-skill-era-teknologi"],"blocksy_meta":[],"gutentor_comment":0,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital.webp",1920,1080,false],"landscape":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital.webp",1920,1080,false],"portraits":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital.webp",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital-300x169.webp",300,169,true],"large":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital-1536x864.webp",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital.webp",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Gambar-Unggulan-Literasi-Digital.webp",18,10,false]},"rttpg_author":{"display_name":"dianaape@telkomuniversity.ac.id","author_link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/author\/dianaapetelkomuniversity-ac-id\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a> <a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/category\/panduan\/\" rel=\"category tag\">Panduan Layanan IT<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18566"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18571,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18566\/revisions\/18571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}