{"id":18947,"date":"2026-07-28T13:30:53","date_gmt":"2026-07-28T06:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=18947"},"modified":"2026-08-07T16:18:28","modified_gmt":"2026-08-07T09:18:28","slug":"jeratan-shadow-profiling-bahaya-mengintai-pengguna-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/jeratan-shadow-profiling-bahaya-mengintai-pengguna-media-sosial\/","title":{"rendered":"Jeratan Shadow Profiling: Bahaya Mengintai Pengguna Media Sosial"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah kamu merasa bingung, saat menerima anjuran dari teman atau target <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">niche market<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, padahal hal itu baru terlintas di benakmu atau hanya sebatas omong kosong saja, tanpa pernah mencari tahu informasinya secara daring? Sebagian kalangan berpendapat mikrofon ponsel mereka sedang merekam obrolan atau menganggapnya sekadar fenomena acak . Tapi, kenyataan di balik sistem digital jauh lebih kompleks dan meresahkan. Kejadian ini ialah akibat dari sebuah proses mengambil data secara diam-diam yang disebut dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dunia jejaring sosial masa kini bukan hanya mengoleksi data dari apa yang kamu bagikan atas kehendak sendiri. Infrastruktur IT skala besar membawa inovasi dengan menciptakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiles<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pribadi. Eksistensi penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membentuk jaringan pelacak daring rahasia, memperdaya miliaran user internet dalam eksploitasi informasi pribadi secara luas serta tanpa izin.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"256\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-300x256.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-medium lazyload\" alt=\"ilustrasi privasi digital yang menggambarkan kerentanan data pribadi terhadap shadow profiling\" title=\"ilustrasi privasi digital yang menggambarkan kerentanan data pribadi terhadap shadow profiling\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-1-_12_-1-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 300px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 300\/256;\" data-original-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Apa Itu <\/b><b><i>Shadow Profiling<\/i><\/b><b> dan Bagaimana Cara Kerjanya?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah proses pengumpulan data aktivitas serta kebiasaan seseorang secara daring yang dilakukan oleh industri teknologi secara non-konsensual pada individu yang bersangkutan. Istilah ini pertama kali terdengar oleh umum ketika insiden pelanggaran data platform jejaring sosial besar terbongkar, platform tersebut terbukti mengumpulkan data individu yang sama sekali tidak terdaftar sebagai pengguna mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara kerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini berpedoman pada konsep data pengganti atau data yang diperoleh dari lingkaran sosial kamu. Ketika seseorang mengunduh aplikasi media sosial dan memberikan izin akses ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">contact list<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mereka, platform akan langsung mengunggah seluruh nomor telepon, alamat surel, nama, dan catatan alamat yang ada di dalam ponsel tersebut ke server mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sinilah pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dimulai. AI<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> algorithms<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan menghubungkan titik-titik data dari jutaan daftar kontak yang diunggah oleh pengguna lain. Jika nomor telepon kamu muncul di ratusan daftar kontak orang lain dengan pola tertentu, platform dapat menyimpulkan di mana kamu tinggal, siapa teman-teman kamu, apa minat kamu, hingga kebiasaan belanja kamu meskipun kamu sendiri belum pernah membuat akun di platform tersebut.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Jaringan Pengawasan Digital Melalui Pelacak Pihak Ketiga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak berhenti pada daftar kontak ponsel saja. Korporasi teknologi menyebarkan jaring laba-laba digital yang sangat luas di seluruh penjuru internet untuk terus memperbarui data klandestin ini. Hal ini dilakukan melalui integrasi alat pelacak tak terlihat yang dipasang di jutaan situs web pihak ketiga.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Piksel Pelacak (<\/b><b><i>Tracking Pixels<\/i><\/b><b>):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Kode pemrograman kecil yang tertanam di situs web berita, e-commerce, hingga blog kesehatan. Piksel ini mengirimkan informasi kembali ke server media sosial setiap kali kamu mengunjungi halaman tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tombol Sosial Terintegrasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Tombol <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">share<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> or <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">like<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ada di situs web pihak ketiga berfungsi sebagai alat mata-mata. Kamu tidak perlu klik tombol tersebut agar pelacakan terjadi; cukup dengan memuat halaman yang memiliki tombol itu, data kunjungan kamu langsung direkam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Log-in Pihak Ketiga:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Opsi &#8220;Masuk dengan Akun Media Sosial&#8221; pada berbagai aplikasi atau situs web mempermudah platform untuk menggabungkan aktivitas lintas platform kamu ke dalam satu basis data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang utuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui jaringan pengawasan digital ini, platform dapat memetakan minat medis, orientasi politik, kondisi finansial, hingga aktivitas rekreasi seseorang secara presisi tanpa disadari oleh pemilik data.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"256\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-300x256.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-medium lazyload\" alt=\"shadow profiling yang berdampak pada ketidakpastian terkait keamanan atau perlindungan data pribadi\" title=\"shadow profiling yang berdampak pada ketidakpastian terkait keamanan atau perlindungan data pribadi\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-2-_13_-1-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 300px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 300\/256;\" data-original-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Mengapa Praktik <\/b><b><i>Shadow Profiling<\/i><\/b><b> Ini Sangat Berbahaya?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jeratan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membawa implikasi yang sangat serius terhadap kedaulatan individu dan keamanan siber. Ini bukan lagi sekadar tentang penargetan iklan sepatu yang mengganggu, melainkan ancaman nyata terhadap kebebasan personal.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Pelanggaran Hak Privasi Mutlak:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Prinsip dasar privasi adalah hak untuk memilih informasi apa yang ingin dibagikan dan kepada siapa informasi itu diberikan. Praktik ini sepenuhnya merenggut hak tersebut, karena data dikumpulkan lewat perantara orang lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b><i>Behavioral Manipulation<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ketika sebuah algoritma mengetahui kerentanan psikologis kamu melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, platform dapat menyajikan konten, hoaks, atau propaganda politik yang dirancang khusus untuk memengaruhi emosi dan keputusan kamu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Risiko Kebocoran Data dan Pencurian Identitas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Basis data raksasa yang berisi profil terselubung ini merupakan target utama para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hackers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika server tersebut bobol, data pribadi yang tidak pernah kamu izinkan untuk dikumpulkan bisa jatuh ke tangan pelaku kriminal di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dark web<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Tantangan Hukum dan Regulasi Terhadap Pengumpulan Data Tanpa Izin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sudut pandang hukum, praktik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berada di area abu-abu yang sangat kontroversial. Kebijakan privasi data digital seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">General Data Protection Regulation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Eropa atau Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia ditetapkan bahwa penanganan data individu harus memerlukan izin yang sah dari pemilik data.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, perusahaan teknologi besar sering kali berkelit dengan menggunakan pembelaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">legitimate interest<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau melemparkan tanggung jawab hukum kepada pengguna yang mengunggah daftar kontak mereka. Mereka berargumen bahwa pengguna sendirilah yang secara sukarela membagikan data kontak temannya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Loopholes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini membuat penegakan hukum dan pemberian sanksi terhadap praktik profil terselubung menjadi sangat lambat dan kompleks di berbagai negara.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Langkah Taktis Melindungi Diri dari Jaringan <\/b><b><i>Shadow Profiling<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memutus rantai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara total hampir mustahil dilakukan di era interkoneksi digital saat ini. Kendati demikian, kamu dapat meminimalkan volume data yang bisa dikumpulkan oleh algoritma pengawas melalui langkah-langkah pencegahan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Batasi Izin Akses Kontak:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jangan pernah memberikan izin kepada aplikasi media sosial atau aplikasi hiburan apa pun untuk mengakses daftar kontak ponsel kamu, kecuali jika benar-benar diperlukan untuk fungsi utama aplikasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gunakan Fitur Anti-Pelacakan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Aktifkan fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">App Tracking Transparency<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada perangkat iOS atau gunakan pengaturan privasi ketat pada Android untuk memblokir pelacakan aktivitas lintas aplikasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Gunakan Browser dan Mesin Pencari Privasi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Beralihlah ke peramban seperti Brave atau DuckDuckGo, dan gunakan mesin pencari yang tidak mencatat riwayat pencarian kamu guna memutus pasokan data ke piksel pelacak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Manfaatkan <\/b><b><i>Right to be Forgotten<\/i><\/b><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika regulasi di negara kamu mendukung, kirimkan permintaan resmi kepada platform teknologi besar untuk menghapus data apa pun yang terasosiasi dengan nomor telepon atau surel kamu dari server mereka.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"shadow profiling pada profil pengguna digital\" title=\"shadow profiling pada profil pengguna digital\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-3-_4_-1-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shadow profiling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuktikan bahwa di era modern, tidak memiliki akun media sosial bukan berarti kamu terbebas dari pengawasan digital. Kita semua terhubung dalam satu jaring data yang rumit, di mana tindakan digital orang lain dapat mengompromikan privasi kita sendiri. Supaya bisa melepaskan diri dari jeratan pengumpulan data terselubung ini, dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga batasan berbagi data, regulasi hukum yang lebih agresif, serta penggunaan teknologi proteksi yang tepat guna mengembalikan hak kendali data ke tangan yang semestinya: diri kita sendiri.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pernahkah kamu merasa bingung, saat menerima anjuran dari teman atau target niche market, padahal hal itu baru terlintas di benakmu atau hanya sebatas omong kosong saja, tanpa pernah mencari tahu informasinya secara daring? Sebagian kalangan berpendapat mikrofon ponsel mereka sedang merekam obrolan atau menganggapnya sekadar fenomena acak . Tapi, kenyataan di balik sistem digital jauh [...]","protected":false},"author":5,"featured_media":18948,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[404,516,517,515,518],"class_list":["post-18947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-data-mining","tag-data-privacy","tag-media-sosial","tag-shadow-profiling","tag-surveillance-capitalism"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"gutentor_comment":0,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling.webp",1920,1080,false],"landscape":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling.webp",1920,1080,false],"portraits":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling.webp",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling-300x169.webp",300,169,true],"large":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling-1536x864.webp",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling.webp",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Gambar-Unggulan-Shadow-Profiling-18x10.webp",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"dianaape@telkomuniversity.ac.id","author_link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/author\/dianaapetelkomuniversity-ac-id\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18952,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18947\/revisions\/18952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}