{"id":18683,"date":"2026-05-13T13:30:14","date_gmt":"2026-05-13T06:30:14","guid":{"rendered":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/?p=18683"},"modified":"2026-05-25T14:22:40","modified_gmt":"2026-05-25T07:22:40","slug":"mengenal-foss-dan-perannya-dalam-perkembangan-teknologi-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/mengenal-foss-dan-perannya-dalam-perkembangan-teknologi-dunia\/","title":{"rendered":"Mengenal FOSS dan Perannya dalam Perkembangan Teknologi Dunia"},"content":{"rendered":"<div class=\"wpb-content-wrapper\"><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini kita sangat dimanja sama hadirnya teknologi modern, mulai dari infrastruktur internet, aplikasi ponsel pintar, sampai superkomputer paling cepat di dunia. Itu semua tidak diciptakan dengan fondasi yang tertutup. Di belakang semua inovasi-inovasi besar tersebut, ada sebuah model yang berkembang yaitu perangkat lunak yang utamanya lakukan kolaborasi, transparansi, dan kebebasan. Model ini dikenal sebagai FOSS (Free Open Source Software).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau istilahnya sering kedengaran di kalangan pencipta dan pegiat teknologi, orang-orang yang awam masih sering salah buat mengerti soal arti kata &#8220;Free&#8221; dalam FOSS dengan benar-benar mengartikannya &#8220;gratis&#8221;. Padahal, filosofi FOSS lebih dari sekadar nilai ekonomis, dia itu mesin penggerak utama yang memungkinkan akselerasi teknologi terjadi dengan cepat dalam dua dekade terakhir.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Gambar 1: FOSS teknologi yang bebas, transparan, dan dapat diakses oleh semua kalangan\" title=\"Gambar 1: FOSS teknologi yang bebas, transparan, dan dapat diakses oleh semua kalangan\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-1-2-1-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Definisi dan Filosofi: Apa Itu FOSS?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FOSS itu kependekan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Free Open Source Software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Istilah ini gabungkan dua gerakan besar di dunia perangkat lunak yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Free Software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Perangkat Lunak Bebas) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Open Source<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Sumber Terbuka). Walau dua-duanya punya sedikit perbedaan di fokus etika dan praktisnya, dua-duanya berbagi prinsip dasar yang sama, yaitu kode sumber (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">source code<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) perangkat lunak ini ada buat siapa saja.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kebebasan dalam &#8220;Free Software&#8221;<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan Perangkat Lunak Bebas, yang diawali sama Richard Stallman lewat Free Software Foundation (FSF), tekankan di kebebasan pengguna. Kebebasan ini dirumuskan dalam empat poin utama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebebasan buat jalankan program demi tujuan apa pun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebebasan buat pelajari cara kerja program dan mengubahnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebebasan buat distribusikan balik salinan perangkat lunak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebebasan buat distribusikan versi yang sudah dimodifikasi ke orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Transparansi dalam &#8220;Open Source&#8221;<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gerakan Sumber Terbuka lebih tekankan pada metodologi pengembangan. Dengan buka kode sumber ke publik, sebuah perangkat lunak dapat dipantau, diperbaiki, dan dikembangin dengan cara kolaboratif sama komunitas global. Hal ini ciptakan siklus inovasi yang lebih cepat dan keamanan yang lebih terjamin karena banyaknya &#8220;mata&#8221; yang siap awasi setiap baris kode.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Peran Vital FOSS dalam Infrastruktur Dunia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa kita sadari, FOSS adalah tulang punggung dari hampir seluruh aktivitas digital manusia hari ini. Perannya mencakup berbagai lapisan teknologi:<\/span><\/p>\n<h3><b>A. Dominasi di Server dan Cloud Computing<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas server yang menjalankan situs web di seluruh dunia menggunakan sistem operasi berbasis FOSS, terutama <\/span><b>Linux<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Perusahaan raksasa seperti Google, Amazon (AWS), dan Microsoft (Azure) sangat bergantung pada teknologi sumber terbuka untuk menjalankan layanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cloud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mereka. Fleksibilitas Linux memungkinkan perusahaan mengelola data dalam skala masif dengan efisiensi biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan menggunakan sistem berbayar.<\/span><\/p>\n<h3><b>B. Fondasi Sistem Operasi Mobile<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap kali kamu menggunakan perangkat Android, kamu sebenarnya sedang berinteraksi dengan produk FOSS. Kernel Android berbasis pada Linux, yang memungkinkan produsen perangkat keras di seluruh dunia untuk mengadopsi, memodifikasi, dan mengembangkan sistem operasi tersebut tanpa harus membangunnya dari nol. Hal ini telah mendemokratisasi akses terhadap teknologi seluler di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<h3><b>C. Pengembangan Kecerdasan Buatan (AI)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inovasi AI yang meledak di tahun 2025-2026 ini tidak akan terjadi tanpa kerangka kerja (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">framework<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) FOSS seperti TensorFlow atau PyTorch. Dengan menyediakan alat pengembang secara terbuka, para peneliti dari berbagai belahan dunia dapat berbagi temuan dan memperbaiki algoritma secara kolektif, sehingga mempercepat penemuan-penemuan baru dalam bidang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">machine learning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>Keunggulan Strategis Mengadopsi FOSS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi organisasi maupun individu, mengadopsi FOSS memberikan sejumlah keuntungan strategis yang tidak dimiliki oleh perangkat lunak berbayar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">proprietary<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">):<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Keamanan yang Teruji:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Karena kode sumbernya terbuka, celah keamanan dapat ditemukan dan diperbaiki lebih cepat oleh komunitas global daripada menunggu tim internal perusahaan penyedia perangkat lunak tertutup.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kemandirian Teknologi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pengguna FOSS tidak terjebak dalam ekosistem satu vendor saja (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vendor lock-in<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Organisasi memiliki kendali penuh atas perangkat lunak yang mereka gunakan dan dapat memodifikasinya sesuai kebutuhan spesifik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Efisiensi Biaya:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Meskipun implementasi FOSS memerlukan biaya untuk pelatihan dan dukungan teknis, biaya lisensi jangka panjang dapat ditekan secara signifikan, memungkinkan alokasi dana dialihkan untuk inovasi lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Kualitas dan Stabilitas:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Perangkat lunak seperti server web Apache atau basis data PostgreSQL telah teruji selama puluhan tahun dalam menangani beban kerja yang sangat berat dengan stabilitas yang luar biasa.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-12\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<h2><b>FOSS dan Demokratisasi Inovasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu peran paling inspiratif dari FOSS adalah kemampuannya untuk meruntuhkan hambatan masuk (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">barrier to entry<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) bagi para inovator di negara berkembang. Dahulu, untuk membangun startup teknologi, dibutuhkan modal besar hanya untuk biaya lisensi perangkat lunak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, seorang pemuda di pelosok daerah dengan akses internet terbatas dapat mempelajari kode sumber yang sama dengan yang digunakan oleh insinyur di Silicon Valley. FOSS memberikan level bermain yang sama bagi semua orang. Hal ini mendorong munculnya solusi-solusi lokal untuk masalah global, mulai dari aplikasi manajemen pertanian hingga sistem layanan kesehatan berbasis komunitas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tantangan dan Masa Depan FOSS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun memiliki dampak positif yang luar biasa, ekosistem FOSS bukan tanpa tantangan. Masalah keberlanjutan pendanaan bagi pengembang proyek kecil yang kritikal sering kali menjadi isu hangat. Banyak infrastruktur digital dunia bergantung pada proyek kecil yang dikelola secara sukarela.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tren di tahun 2026 menunjukkan peningkatan kesadaran korporasi untuk memberikan kontribusi kembali (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">giving back<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) kepada komunitas FOSS, baik melalui pendanaan maupun kontribusi kode. Masa depan teknologi dunia diprediksi akan semakin terbuka, di mana kolaborasi lintas batas negara dan perusahaan menjadi standar baru dalam memecahkan masalah kemanusiaan yang kompleks.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div class=\"vc_row wpb_row vc_row-fluid\"><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div  class=\"wpb_single_image wpb_content_element vc_align_center wpb_content_element\">\n\t\t\n\t\t<figure class=\"wpb_wrapper vc_figure\">\n\t\t\t<div class=\"vc_single_image-wrapper   vc_box_border_grey\"><img decoding=\"async\" width=\"4593\" height=\"3919\" data-src=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3.webp\" class=\"vc_single_image-img attachment-full lazyload\" alt=\"Gambar 2: FOSS masa depan teknologi yang lebih inklusif\" title=\"Gambar 2: FOSS masa depan teknologi yang lebih inklusif\" data-srcset=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3.webp 4593w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3-300x256.webp 300w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3-1024x874.webp 1024w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3-768x655.webp 768w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3-1536x1311.webp 1536w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3-2048x1747.webp 2048w, https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-2-3-14x12.webp 14w\" data-sizes=\"auto\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 4593px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 4593\/3919;\" data-original-sizes=\"(max-width: 4593px) 100vw, 4593px\" \/><\/div>\n\t\t<\/figure>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div class=\"wpb_column vc_column_container vc_col-sm-6\"><div class=\"vc_column-inner\"><div class=\"wpb_wrapper\">\n\t<div class=\"wpb_text_column wpb_content_element\" >\n\t\t<div class=\"wpb_wrapper\">\n\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenal FOSS bukan sekadar memahami tentang perangkat lunak gratis, melainkan memahami semangat kolaborasi manusia untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Dari server yang menjalankan perbankan global hingga kode yang membantu pendaratan robot di Mars, FOSS telah membuktikan bahwa keterbukaan adalah kunci dari kemajuan teknologi yang berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah pesatnya perkembangan digital, mendukung dan menggunakan FOSS berarti kita ikut serta dalam menjaga ekosistem teknologi yang bebas, transparan, dan dapat diakses oleh semua kalangan. FOSS bukan hanya tentang kode; ia adalah blueprint untuk masa depan teknologi dunia yang lebih inklusif.<\/span><\/p>\n\n\t\t<\/div>\n\t<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Saat ini kita sangat dimanja sama hadirnya teknologi modern, mulai dari infrastruktur internet, aplikasi ponsel pintar, sampai superkomputer paling cepat di dunia. Itu semua tidak diciptakan dengan fondasi yang tertutup. Di belakang semua inovasi-inovasi besar tersebut, ada sebuah model yang berkembang yaitu perangkat lunak yang utamanya lakukan kolaborasi, transparansi, dan kebebasan. Model ini dikenal sebagai [...]","protected":false},"author":5,"featured_media":18684,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[80,69],"tags":[388,387,385,386],"class_list":["post-18683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-panduan","tag-dev-life","tag-digital-freedom","tag-foss","tag-open-source"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":7}},"gutentor_comment":0,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS.webp",1920,1080,false],"landscape":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS.webp",1920,1080,false],"portraits":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS.webp",1920,1080,false],"thumbnail":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS-300x169.webp",300,169,true],"large":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS-1024x576.webp",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS-1536x864.webp",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS.webp",1920,1080,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Gambar-Unggulan-FOSS-18x10.webp",18,10,true]},"rttpg_author":{"display_name":"dianaape@telkomuniversity.ac.id","author_link":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/author\/dianaapetelkomuniversity-ac-id\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/category\/artikel\/\" rel=\"category tag\">Artikel<\/a> <a href=\"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/category\/panduan\/\" rel=\"category tag\">Panduan Layanan IT<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18683"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18686,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18683\/revisions\/18686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/it-jkt.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}